Bangsa Lemuria Benarkah Tinggal di Indonesia?


Apa Benar Bangsa Lemuria Tinggal di Indonesia? -- Anda pasti sudah tahu cerita tentang Atlantis kan, yakni peradaban yang tenggelam dan 'katanya' terletak di Indonesia. Naaah ternyata guys, jauh sebelum Atlantis muncul, ada bangsa Lemuria yang memiliki pengetahuan super, dan menempati benua Lemuria/Mu.

Era peradaban Lemuria itu sekitar 75.000 - 11.000 S.M dan pengetahuan tentang benua Lemuria/mu seharusnya lebih dulu eksis dibanding Atlantis dan Mesir Kuno. Hal ini diperkuat oleh
Augustus Le Plongeon (1826-1908), yang mengadakan penelitian terhadap situs-situs purbakala peninggalan bangsa Maya di Yucatan.

artefak bangsa lemuria
Hingga saat ini, berdasarkan bukti arkeolog dan teori yang dikemukakan para peneliti, kemungkinan besar peradaban tersebut berlokasi di Samudera Pasifik bagian selatan (sekitar Indonesia sekarang). Banyak arkeolog percaya bahwa Easter Island (pulau yang banyak patung2 itu lhoo) merupakan bagian dari Benua Lemuria. Hal ini dipandang dari ratusan patung batu kolosal yang mengitari pulau dan beberapa catatan kuno yang terukir pada beberapa artifak yang mengacu pada bekas-bekas peninggalan peradaban maju masa silam.

Peta Benua Lemuria
Konon katanya, bangsa Lemuria juga bersahabat dengan makhluk luar angkasa. Makanya, banyak bukti-bukti sejarah yang merujuk pada teknologi yang luar biasa tinggi diluar nalar kita kan? Entah jaman dahulu manusia sudah bersahabat dengan alien, atau alien dulu lah yang pernah mendiami bumi :D

Terus, Bangsa Lemuria itu berkomunikasi dengan telepati loh! Gokil kan? Keberadaaan bangsa Lemuria juga didukung dari cerita Boriska, anak indigo yang terkenal di US dan Eropa karena bercerita kalau teman Lumierenya meninggal tertimpa batu jatuh saat ada bencana. Boriska menceritakan ini seolah-olah kejadian itu baru terjadi kemarin.
Boriska si Anak Indigp teman bangsa Lemuria
Suatu hari Boriska tertarik dengan buku yang ada di tas ibunya, berjudul 'Darimana Kita Berasal (Where do we come from)" karangan Ernst Muldashev. Lalu ia membaca buku itu berjam-jam, memperhatikan sketsa tentang Bangsa Lemuria. Boriska juga tertarik dengan buku "Mencari Kota Para Dewa (In Search of the City of Gods"), yang mengisahkan tentang piramid dan makam-makam kuno. Boriska bilang kalau orang akan menemukan pengetahuan di bawah piramid. Dan ini belum pernah dilakukan oleh ilmuwan. "Kehidupan akan berubah setelah Sphinx terbuka", katanya sambil menambahkan kalau Sphinx itu punya alat mesin pembuka.

sumber: here, here

0 komentar:

Posting Komentar

Hi, thank for reading my article. If you like it, please share your thoughts on comment box. Also, don't forget to tick 'notify me' to inform that your comment already replied. See ya!
Hi, jangan lupa untuk klik "NOTIFY ME" untuk menginformasikan comment kamu telah dibalas yaa ♥

ShareThis